Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014


VIDEO ini merupakan rakaman kejadian ragut pada 13 November lalu di Taman Midah, Cheras yang disiarkan di laman Facebook Malaysian Crime Awareness Campaign.

Ternyata peluang untuk diragut terbuka luas apabila wanita ini berjalan bersendirian di sebuah lorong sunyi sambil menggalas sebuah beg di bahu dan sebuah lagi dipegang dengan tangan kiri.

Dua peragut bermotosikal kemudiaannya dilihat menghampiri mangsa sebelum salah seorangnya turun dan menarik beg sehingga menyebabkan wanita itu jatuh.

Bagi penulis, ketakutan paling utama ialah bukan pada barang-barang yang hilang, tetapi lebih kepada nyawa mangsa.

Bukan sedikit kes kematian akibat kejadian ragut. Mangsa mungkin maut akibat ditikam, dipukul dan kepala terhentak akibat terjatuh.

Ternyata nyawa manusia begitu murah di mata para penjenayah berhati binatang ini.



Post by Malaysian Crime Awareness Campaign.

Selasa, 03 Desember 2013

 Video asusila yang diperankan pelajar MTs, Ek (14) Siswi kelas satu dan Ba (15) siswa kelas dua berlokasi di Desa Wayharong, Kecamatan Waylima membuat heboh warga setempat.
Video mesum yang memiliki panjang durasi tayang kurang lebih 5 menit ini direkam di sebuah kamar kecil madrasah pada saat istirahat jam 10.00 WIB. Dalam video ini, memperlihatkan sepasang siswa dan siswi MTs yang beradegan tidak senonoh terekam melalui kamera ponsel.

Semua bermula saat istirahat, Ek dipanggil sahabat Ba yang bernama DS dan HP. Mereka membujuk Ek dengan mengatakan bahwa dia saat ini dipanggil dan ditunggu oleh pacarnya di belakang madrasah, yaitu Ba.

Dan ternyata Ba justru menunggu di kamar kecil yang ada di madrasah. Setelah Ek masuk, DS dan HP mengunci mereka dari luar. Di dalam kamar kecil, keduanya melakukan hubungan asusila, namun secara sengaja, kedua sahabat Ba merekam mereka dari lubang ventilasi udara.

Dengan cepat, rekaman video tersebut menyebar luas ke masyarakat di Kecamatan Waylima dan Kedondong. Guru di madrasah tersebut sangat terkejut mengetahui murid didiknya berbuat demikian. Kepala MTs Yusuf Zen mengatakan bahwa dirinya sangat malu dan terpukul dengan adanya peristiwa ini.

Pihak madrasah saat ini telah mengeluarkan pelaku dan siswa lain yang terlibat dalam kasus ini kemudian menyerahkannya kepada Polsek Kedondong guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!