Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

LONDON - Imej seorang wanita misteri dalam filem The Circus lakonan pelawak terkenal, mendiang Charlie Chaplin pada tahun 1928 mencetuskan misteri apabila dia dilihat berbual dengan menggunakan sebuah telefon bimbit bersaiz kecil di telinganya, lapor sebuah akhbar semalam. 

Mungkinkah dia seorang yang genius yang sedang menguji teknologi baru secara rahsia sehingga dia tidak menyangka gelagatnya yang sedang berbual seorang diri dengan tangannya seperti memegang satu alat seperti telefon bimbit telah dirakamkan oleh kamera filem berkenaan. 

Dalam imej itu, tiada sesiapa pun yang berada berhampiran dengannya melainkan seorang lelaki berpakaian sut yang berjalan di depannya. 

Lebih menghairankan, lenggok tubuhnya ketika bercakap seorang diri kelihatan sama dengan gaya orang yang berbual menggunakan telefon bimbit. 

Penemuan itu dikesan oleh pemilik koleksi filem lama, George Clark.
Sejak penemuan itu, dia menunjukkan filem tersebut kepada lebih 100 orang namun tiada siapa yang dapat memberikannya penerangan yang meyakinkan berhubung gelagat wanita berkenaan. 

Ada yang berpendapat wanita itu mendengar sebuah radio kecil.
Individu lain berpendapat wanita itu menunjukkan tanda-tanda menghidap penyakit schizophrenia.
"Satu-satunya teori saya ialah wanita tersebut merupakan seorang pengembara masa yang menggunakan telefon bimbit," kata Clark yang turut meletakkan klip video tersebut di laman perkongsian video, YouTube. 

Dalam laman YouTube itu, terdapat adegan gerak perlahan yang menunjukkan wanita itu seperti sedang bercakap menggunakan telefon bimbit semasa dia berjalan dan berhenti pada satu ketika. - Agensi

 



Imej seorang wanita misteri dalam filem The Circus lakonan pelawak terkenal, mendiang Charlie Chaplin pada tahun 1928 mencetuskan misteri apabila dia dilihat berbual dengan menggunakan sebuah telefon bimbit bersaiz kecil di telinganya

Selasa, 24 Desember 2013

Wah apa yang kalian pikir jika mendengar kata ular terbang??? kaget??? bingung atau bahkan tidak percaya???
Bayangkan saja jika ular yang tidak terbang saja bisa membunuh banyak mangsanya apalagi jika bisa terbang... Hmm... tapi ini cuma mitos karena sebagian besar orang belum pernah melihat. Entah memang terbang sungguhan atau hanya kebetulan saja masih menjadi suatu misteri sampai sekarang


Konon di hutan Kalimantan yang misterius, para penduduk sekitar menceritakan mengenai adanya ular yang biasa terbang dan hinggap di kepala manusia untuk menyantapnya. Di Lombok, ada kisah mengenai ular Berare yang disebut-sebut juga sebagai ular terbang. Apakah makhluk yang disebut ular terbang hanya sebuah mitos ataukah memang ada di dunia nyata ?
Ular terbang ternyata bukan sekedar mitos. Makhluk ini juga telah terdokumentasi dengan baik oleh dunia sains. Namun pada awal penampakannya, bahkan para zoologyst asingpun tidak dapat mempercayainya. Sebenarnya ular ini tidak benar-benar terbang, namun nama ini telah melekat pada hewan yang satu ini selama lebih dari 100 tahun.
Laporan mengenai ular terbang di Indonesia pertama kali diceritakan oleh para Misionaris asing yang bekerja di Sumatera.
Pada suatu hari di tahun 1833, seorang sesepuh penduduk lokal di Sumatera mendatangi dua misionaris barat yang sedang bekerja di sana untuk menceritakan pengalaman anehnya.
Sesepuh yang bernama Tam Basar itu bersumpah bahwa ia dan para penduduk lainnya pernah melihat ular yang sedang terbang di udara. Takut dengan bahaya yang mungkin ditimbulkannya, mereka segera membunuh ular itu sesaat setelah mendarat di dekat mereka.
Kedua misionaris barat itu tidak begitu saja mempercayai kisah itu. Namun Tam Basar bersikeras bahwa ia menceritakan hal yang sesungguhnya. Ia juga menambahkan bahwa ular itu memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan tidak memiliki sayap.
Satu tahun kemudian, pada Januari 1834, salah satu diantara misionaris tersebut, NM Ward, sedang berjalan melewati hutan dekat sungai Pedang Bessie, sekitar 1,6 km dari lokasi dimana Tam basar melihat ular terbang.
Ia dan teman seperjalanannya berhenti sebentar untuk mempelajari sebuah pohon tinggi di dekat situ. Ketika mereka melihat ke atas, mereka begitu terkejut karena melihat seekor ular yang sedang terbang, persis seperti yang diceritakan oleh Tam Basar. Ular itu terlihat bergerak dengan cepat di udara di bawah pohon tempat mereka berdiri.
Ward kemudian menceritakan pengalamannya dalam surat kabar “Missionary Herald” edisi Maret 1841. “Dengan demikian, aku menjadi yakin dengan adanya ular terbang. Para penduduk lokal yang mengenal wilayah hutan di situ juga mengetahui fakta ini dengan jelas.” Katanya.
Walaupun kedengarannya aneh, namun sekarang kita bisa mengetahui bahwa di Asia Tenggara paling tidak ada lima spesies “ular terbang”. Ular-ular tersebut sebenarnya tidak terbang, melainkan meluncur atau melompat dan keberadaan ular ini bahkan sudah dibuktikan dengan beberapa foto dan rekaman video.
Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Pelias:
ular terbang pelias
Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Ornata:
Dibawah ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi yang terlihat di Singapore ketika sedang meluncur di langit :

Ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi ketika sedang take off. Tubuhnya yang membentuk huruf S membantunya untuk memberikan daya dorong yang lebih kuat:

Ular-ular jenis Chrysopelea ini termasuk ular yang memiliki bisa. Namun bisa racun pada ular jenis ini tidak mematikan bagi manusia.
Jadi misteri ular terbang Indonesia sebenarnya sudah tersingkap dengan jelas. Hewan ini benar-benar ada dan hidup sampai sekarang. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di negara Asia dan Amerika.
Namun soal ular di Kalimantan yang katanya menyantap kepala orang, hmm…saya tidak tahu pasti.

(forteantimes.com, flyingsnake.org / http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/11/misteri-ular-terbang-mitos-atau-fakta.html)

Selasa, 26 November 2013


1. Tabrakan Antargalaksi
Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
2. Quasar
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

3. Materi Gelap (Dark Matter)
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.


5. Energi Vakum
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

6. Mini Black Hole
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

7. Neutrino
Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

9. Radiasi Kosmik Latar belakang
Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

10 Antimateri
Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.



source
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!